Pola pertahanan satu jaga satu di daerah pertahanan di namakan

Kelas: X

Mata pelajaran: Penjaskes
Materi: Sepakbola

Kata Kunci: man to man marking

Saya akan menjawab pertanyaan ini dengan dua jawaban:

 

Jawaban Pendek:

 

Pola pertahanan satu jaga satu di daerah pertahanan dinamakan “man to man marking”.

 

Jawaban Panjang:

Man to man marking” atau pertahanan satu lawan satu adalah satu dari dua jenis pertahanan utama dalam sepakbola, selain pertahanan daerah atau “zonal marking”.

 

Man to man marking, atau man marking, adalah strategi defensif di mana setiap pemain bertahan ditugaskan menjaga pemain lawan tertentu.

 

Strategi tentang man-to-man marking disempurnakan oleh tim-tim di Liga Italia (Serie A) pada tahun 1960an dan 1970an. Tim seperti Inter Milan dan A.C. Milan menggunakannya dalam sistem yang disebut catenaccio.

 

Formasi mereka terdiri dari garis pertahanan yang terdiri dari empat pemain bertahan dengan penyapu (sweeper) yang bermain di belakang mereka. Strategi ini membawa banyak keberhasilan ke tim ini, Milan memenangi Piala Eropa (sekarang Liga Champion) pada musim 1962-1963, sementara Inter memenanginya pada musim 1963-1964 dan 1965-1965.

 

Karena kesuksesan ini, taktik ini menjadi populer di seluruh dunia sepakbola. Namun, sistem bertahan yang ketat ini seringkali dengan mengorbankan kemenarikan permainan dan strategi menyerang dari tim itu, karena pemain lebih mementingkan mencegah tim lawan mencetak gol daripada berusaha menyerang.

 

Strategi ini adalah mengalami penurunan seiring dengan munculnya strategi baru, seperti “Total Football”, “Zonal marking”, “Tiki Taka” maupun sistem “Counter attack” atau serangan balasan. Namun strategi ini sering digunakan oleh tim yang memiliki kualitas pemain di bawah tim unggulan, untuk mencuri poin dari tim yang lebih tangguh.

Leave a Comment